"I'm flesh and blood, accept me please."



Aku merasa harus membagikan video ini, walaupun ini memang bukan video baru. Sepertinya waktu itu aku lagi nonton Sparsh Shah, rapper kecil keturunan India yang bisa banget nyanyiin lagunya Eminem. Karena setelannya autoplay, setelah video Sparsh Shah selesai, video ini ternyata main berikutnya. Dari situlah aku mengenal dua anak ini.

Read more

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Wow, Aku Belajar Kata Baru dari Atlet Ini...



Oke, ini memang bukan video yang terhitung baru. Tapi, semenjak Rafi memperkenalkan aku pada channel Schmoyoho dan The Gregory Brothers, video ini masih jadi salah satu favoritku. Keluarga Gregory ini ternyata begitu kreatif dan menyenangkan. Well, jangan salahkan aku kalau mendadak aku jadi penggemar mereka.

Aku mungkin nggak akan mengomentari tindakan Ryan Lochte, ya, di tulisan ini, karena memang bukan itu intinya. Haha. Pada awalnya, aku memang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Mr. Lochte sampai muncul di interview ini, tapi aku baru baca-baca berita dan nyari interview aslinya setelah aku sedikit puas menikmati lagu dan videonya. Musiknya asyik, itu satu. Liriknya memikat (dalam artian sampai menciptakan earworm ), itu dua. Ketiga, dan ini memang salah satu pemikat yang paling signifikan buatku, adalah munculnya kata "tantics."

Read more

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

MC Eddie: Shoutout to Campus Life!



Pertama kali aku benar-benar tertarik dengan lagu rap adalah ketika aku mengenal lagu-lagu Eminem. Semenjak itu aku tahu, lagu rap itu berbeda. Ada musik, ada irama, dan keduanya dilengkapi dengan kata-kata penuh makna. Tidak selalu berima dan tanpa aturan yang memaksa, tetapi semua yang tersampaikan adalah ungkapan perasaan MC-nya. Ya, seringkali kata-kata tidak pantas keluar seolah begitu saja, tetapi banyak MC yang tidak bergantung pada umpatan-umpatan itu untuk menekankan maksud mereka.

Kemudian suatu hari, aku nulis sebuah surat digital tentang "pertemuan" antara duniaku dengan dunia Eminem melalui lagu-lagunya. Aku nulis untuk Eminem, dan walaupun Eminem nggak secara langsung membacanya, melalui surat itulah aku dipertemukan dengan seseorang yang memiliki ketertarikan yang sama.

Orang itu adalah MC Eddie, yang ternyata nyaris benar-benar berada di "kapal yang sama" denganku. Lebih dari aku, dia bukan hanya tertarik dengan rap, tetapi sudah mendedikasikan sebagian hidupnya untuk itu. Dia sudah menulis dan bahkan memproduksi beberapa lagu rap. Lagu yang aku bagikan di tulisan kali ini adalah lagu rap terbarunya yang dia bagikan lewat akun YouTube-nya.

Read more

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Ginzablow: "男子学生奮闘記"



Perasaanku mengatakan, liburan semester kali ini nggak seperti liburan-liburan sebelumnya. Entah dari rutinitas, selera, sampai pola berpikir, aku merasa ada yang berubah dan baru. Salah satunya adalah jenis video yang aku tonton di YouTube. Aku nggak inget kapan mulainya, tapi yang jelas suatu hari, aku nggak sengaja stumbled upon sebuah video berisi kumpulan Vine dari Jepang. Mungkin karena aku butuh pengalih isu untuk kepalaku, ya. Ada beberapa Viner yang jadi favoritku karena Vine mereka yang begitu lucu dan kreatif. Salah satunya adalah Ginzablow, yang juga punya channel di YouTube dan video-nya aku lampirkan di sini.

Kalau ditanya kenapa, aku akan bilang, "Lihat sendiri," sambil menunjuk video di atas. Walaupun video-nya pendek dan berbahasa Jepang, aku tetep bisa ketawa waktu nonton. Bukan cuma menghibur, Ginzablow ini juga sangat kreatif dan banyak ide. Kalau mantengin Vine-nya dia, sudah bisa dipastikan akan ada lebih dari satu yang bikin amazed atau ketawa.

Sebagai buktinya, silakan lihat Vine Ginzablow yang satu ini.



Bukan cuma itu, Ginzablow ternyata juga pinter nge-dance. Di channel-nya yang lain, dia bikin video-video tutorial dance. Aku nggak bisa dan nggak doyan nge-dance, sih, jadi aku cuma nonton aja. Haha.

Untuk lebih dekat (?) dengan Ginzablow, silakan kunjungi Vine, YouTube, dan Twitter Ginzablow!

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Ayo Memuji!



Seorang ustadzah membagikan video ini suatu hari. Merasa semua orang harus tahu, aku pun membagikannya dengan lebih banyak orang. Aku ingat pertanyaan pertama yang muncul adalah, "Itu cuplikan film apa?" dan aku nggak bisa memberikan jawaban apa-apa karena aku juga nggak tahu. Setelah mengerahkan energi yang cukup lumayan, aku pun akhirnya tahu dari mana cuplikan video itu berasal.

Video ini adalah cuplikan dari film Korea berjudul Happiness for Sale atau Mina's Stationary Shop. Film yang sepertinya fokus utamanya bukan pada So-young, si anak perempuan yang menjadi fokus di dalam video ini, walau dia punya peran cukup penting juga di dalamnya. Kalau cuma lihat cuplikannya, kita mungkin mengira So-young adalah anak yang pemalu dan pendiam hingga tidak memiliki teman. Kita juga mungkin langsung merasa bahwa Tae-gwon, si bocah gendut, adalah teman So-young satu-satunya. Tapi, dilihat dari keseluruhan cerita dalam filmnya, So-young tidak memiliki teman karena dia suka mencuri dan berkelahi. Tae-gwon juga tidak serta-merta menjadi temannya. Yah, kalau penasaran, ada baiknya untuk menonton filmnya secara langsung, karena kita hanya akan membahas cuplikan film ini saja. Haha.

Aku yakin orang yang punya hati sewajarnya merasakan sesuatu ketika menonton video ini. Beberapa komentar yang muncul setelah video ini ditonton tidak lepas dari kata "mengharukan," "menyentuh," atau kata-kata padanan lainnya. Beberapa orang memberikan simpulan dengan kata-kata bijak yang mengacu pada video ini. Hal penting yang dapat kita tangkap adalah adanya seseorang yang sama sekali tidak kita pedulikan, tidak kita anggap, bahkan mungkin kita jauhi, tetapi dia sebenarnya sangat perhatian dan bahkan bisa melihat kebaikan kita dengan kacamata yang sama sekali berbeda dari orang lain. Inspirasi dari video ini dapat bertahan dan berkembang lebih dari seminggu.

Mungkin karena kita seringkali diminta untuk menjadi orang baik dan memperbaiki keburukan, kita menjadi lebih banyak memperhatikan cela dan menganggap kebaikan sebagai sesuatu yang "sudah beres," sehingga kita tidak terlalu menaruh perhatian. Mungkin inilah yang kemudian membuat kita seringkali berprasangka buruk sebelum berprasangka baik, lebih banyak mengkritik daripada menghargai, serta menilai dari persepsi pertama yang muncul di dalam otak kita.

Mungkin kita perlu diam sejenak dan melihat sekeliling. Mungkin kita perlu menarik nafas lebih dalam dan memasukkan lebih banyak oksigen ke dalam otak kita. Mungkin kita perlu lebih banyak berpikir sebelum bertindak. Mungkin kita perlu lebih banyak tersenyum dan menyapa orang lain. Mungkin kita perlu mengesampingkan emosi dan prasangka buruk. Mungkin selama ini, yang terjadi bukan hanya tentang kita, tetapi tentang mereka. Mungkin kesalahannya bukan terletak pada mereka, tetapi pada kita.

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Cari
Kalender
« 07 | 2017/08 | 09 »
Su M Tu W Th Fr Sa
- - 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 - -
Tentang Diriku

bilabaik
bilabaik


Kita hidup di bumi ini
Hari ini, esok, dan seterusnya
Masa depan sangat panjang; kota impian
Mari coba satu-satu kita wujudkan


[Doraemon OST - Bokutachi Chikyuujin]

Jadikan Teman

Jadilah teman user ini.

Tautan Saya
Buku
Book recommendations, book reviews, quotes, book clubs, book trivia, book lists
Tautkan Ke Saya


RSS
Powered by FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2 Blog