KTP: Penanda Baligh Warga Negara

ID CardDulu, waktu TK, jadi anak SD itu kelihatannya udah gede banget. Dewasa. Waktu udah jadi anak SD, menjadi anak SMP—apalagi SMA—adalah impian yang jauh. Rasanya apa-apa yang mereka lewati itu nggak terjadi di dunia kita.

Tapi, sekarang aku ada di SMA. Selama ini, aku sama sekali nggak kepikiran bakalan punya KTP. Bagiku, KTP itu cuma punyanya orang dewasa, yang udah punya tanggung jawab. Nah, aku? Wah, rasanya dunia seperti itu jauh... sekali.
Hari ini, aku "membolos dengan izin resmi" dari sekolah untuk membuat KTP. Sekali lagi aku meyakinkan diriku kalau aku memang sudah dianggap cukup umur buat punya KTP. Aku bersemangat sekali dalam hal ini. Tapi, satu hal yang terus-menerus aku pikirkan adalah: emangnya aku udah dewasa Nyanyi aja lagu-lagu TK, bacaannya komik, tontonannya kartun, dan kalo dikasih tanggung jawab gelagapan. Apa seperti itu yang namanya warga negara dewasa yang layak dapet KTP?

Sejauh ini, aku merasa kalau KTP adalah penanda "baligh"-nya seorang warga negara. Maksudnya, kalau sudah dapat KTP, maka itulah saatnya aku dianggap sebagai warga negara yang sesungguhnya, dan itu juga mencakup hukum dan semua tanggung jawab yang ada. Jadi, dengan KTP ini, mau nggak mau aku harus menerima semua tanggung jawabnya. Aku harus mulai berbicara, bersikap, dan berpikir secara dewasa sebagai warga negara.

Haduh, kenapa jadi kayak gini? Pokoknya aku nggak mau kalau harus meninggalkan rasa cinta pada Doraemon!

ID Card 2Terus, sekarang, kedewasaan seperti apa ini? Yah, pokoknya, dianggap dewasa pun, aku nggak mau kehilangan masa muda yang cuma ada sekali seumur hidup. Aku akan tetep jadi seseorang yang tahu pergaulan anak muda. Istilahnya: orang dewasa yang gaul.

Karena gaul bukan berarti dikenal semua orang di dunia atau ikut-ikutan nari Harlem Shake dan mengunggahnya ke YouTube. Bukan juga nyanyi Gangnam Style atau update status setiap detik.

Hari Sabtu kemarin, aku ngobrol sama Ummi soal pergaulan. Ummi setuju dengan pendapatku soal "gaul". Kata Ummi, sebagai anak yang gaul, itu artinya aku harus pengertian dan memahami orang lain—bukan serta-merta terkenal, itu nggak mutlak. Aku harus punya style sendiri—walau nggak jadi trendsetter, seenggaknya tetep pasang brand. Ditambah lagi, anak yang gaul itu berarti senantiasa up to date terhadap berita-berita di sekitarnya—bukan update status terus layaknya para galauers!

Jadi, sebagai orang dewasa yang gaul, aku harus bisa mencoba menjadi warga negara yang bersahabat, pengertian, punya prinsip, dan up to date. Semua itu akan menghasilkan pergaulan yang harmonis, kan?

Oke. Setelah mendapatkan KTP, maka aku harus bisa bersikap dewasa. Karena ini artinya aku sudah dewasa secara hukum negara. Aku sudah punya tanggung jawab sebagai warga negara. Yah, hati-hati orang Indonesia, orang dewasa yang baru sudah datang!

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Post a comment

Private comment

Comment is pending approval.

Comment is pending blog author's approval.
Cari
Kalender
« 07 | 2018/08 | 09 »
Su M Tu W Th Fr Sa
- - - 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 -
Tentang Diriku

bilabaik
bilabaik


Kita hidup di bumi ini
Hari ini, esok, dan seterusnya
Masa depan sangat panjang; kota impian
Mari coba satu-satu kita wujudkan


[Doraemon OST - Bokutachi Chikyuujin]

Jadikan Teman

Jadilah teman user ini.

Tautan Saya
Buku
Book recommendations, book reviews, quotes, book clubs, book trivia, book lists
Tautkan Ke Saya


RSS
Powered by FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2 Blog