Hari Terakhir dan Kesempatan Kedua

judge.jpgRating: โ˜…โ˜…โ˜…โ˜…
Category: Movies
Genre: Comedy

Sejak aku mengenal TV kabel, aku selalu ingin menonton lebih banyak film-film berbahasa asing. Aku memang suka mengeksplorasi berbagai bahasa, sekaligus menirukan cara bicara dan melihat lebih dalam seperti apa budaya asing yang ada di TV. Itulah alasanku "mengejar-ngejar" film-film di Star Chinese Movie atau Celestial, bahkan kadang-kadang aku juga tertarik menonton Z Bioskop. Kalau ada waktu luang (atau aku sengaja meluangkan waktuku), aku akan menonton satu atau dua film-film berbahasa asing ini. Karena, yah, mungkin aku akan menemukan hal-hal baru dari film-film ini.

Biasanya, kalau aku nonton film di Star Chinese Movie (SCM), yang aku dapatkan adalah film-film kung fu, mafia, percintaan, atau kombinasi dari ketiganya. Jarang sekali ada yang menampilkan tema seperti film yang akan aku ulas ini: Judgement Day. Film ini, entah kenapa diberi label "Comedy." Padahal, sewaktu aku nonton film ini, aku nggak menemukan komedi di mana pun! Aku justru tenggelam dalam pikiran yang dalam tentang hari Kiamat.

Film ini menceritakan tentang keadaan Singapura ketika diberi kabar bahwa akan ada meteor besar yang menghantam Singapura dan akan menghancurkan peradaban manusia dalam 72 jam ke depan. Perdana Menteri Singapura meminta seluruh warganya untuk bersiap menghadapi hari akhir ini dengan melakukan keinginan terakhir mereka, berkumpul bersama keluarga mereka, dan tidak melakukan aksi anarkis di jalanan. Dari sini saja kita sudah disuguhi konflik sebagai pembuka film. Dengan pemain-pemain yang semuanya memiliki peran yang seimbang, setiap tokoh mengungkapkan rahasia terbesar mereka sebelum kiamat. Seorang pria ingin menjadi wanita. Seorang istri ingin bercerai dengan suaminya. Seorang wanita ingin pergi ke tempat kenangannya. Seorang dukun mengakui identitas palsunya. Seorang polisi mengakui kejahatan masa lalunya. Seorang lelaki memberikan mobil secara gratis. Semua diceritakan dengan suasana suram khas tragedi, menunjukkan kehidupan sibuk yang langsung berubah menjadi kehidupan yang terasa lambat.
Mungkin bagian yang membuat film ini terasa sedikit lucu adalah ketika hari yang dinanti telah tiba, tapi ternyata tidak ada yang terjadi. Meteor yang dikira akan menghancurkan peradaban manusia, ternyata hancur ketika melewati atmosfer bumi. Perdana Menteri pun kembali mengumumkan bahwa ada kekeliruan dalam penghitungan, dan itu artinya dunia belum kiamat.

Tapi semua tidak berakhir di situ. Apa yang kemudian kita kira menjadi akhir cerita, ternyata tidak semudah itu berakhir. Masalah-masalah baru bermunculan. Setiap tokoh harus menghadapi tantangan yang muncul setelah hari Kiamat yang tertunda. Kehidupan kembali berjalan seperti biasa, dan konflik yang muncul sebelum hari Kiamat yang tertunda harus diselesaikan di kesempatan kedua ini.

Mungkin rasanya sedikit aneh untuk mencerna film ini secara keseluruhan di otak kita, seperti ketika melihat setiap tokoh cukup tenang menghadapi hari Kiamat esok hari. Atau mungkin karena terlalu kalut, mereka jadi tampak begitu tenang? Entahlah. Tapi, di luar itu, film ini cukup asyik untuk dinikmati. Seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya, aku cukup tenggelam di dalam pikiranku selama film berlangsung. Film ini membawa banyak pesan, dan tidak mudah untuk menyatukan berbagai pesan dari berbagai cerita yang ditampilkan oleh berbagai tokoh ke dalam satu film berdurasi sekitar satu setengah jam lebih ini. Tapi, Mr. Ong Kuo Sin berhasil menyatukan semua pesan ke dalam satu film, dan setiap pemain mampu menunjukkan yang terbaik dalam akting mereka.

Film ini seharusnya mampu mengingatkan kita pada hadits Rasulullah saw, "Bila akan terjadi Kiamat, sementara salah seorang di antara kalian sedang memegang biji kurma, apabila ia masih sempat menanamnya sebelum Kiamat, hendaklah ia menanamnya."

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Post a comment

Private comment

Cari
Kalender
ยซ 09 | 2018/10 | 11 ยป
Su M Tu W Th Fr Sa
- 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 - - -
Tentang Diriku

bilabaik
bilabaik


Kita hidup di bumi ini
Hari ini, esok, dan seterusnya
Masa depan sangat panjang; kota impian
Mari coba satu-satu kita wujudkan


[Doraemon OST - Bokutachi Chikyuujin]

Jadikan Teman

Jadilah teman user ini.

Tautan Saya
Buku
Book recommendations, book reviews, quotes, book clubs, book trivia, book lists
Tautkan Ke Saya


RSS
Powered by FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2 Blog