Watch How the Time Seize Us

Rating: ★★★★★
Category: Movies
Genre: Drama

Terkadang aku mikir, kenapa aku menemukan hal-hal bagus dengan cara tidak sengaja. Sudah ada begitu banyak hal yang aku bagikan dan ceritakan di blog ini, yang aku temukan secara tidak sengaja. Film ini juga aku "temukan" dengan "tidak sengaja" pada suatu hari di tahun lalu. "Dibuat dalam waktu 12 tahun" adalah daya tarik tersendiri dari film ini, yang akhirnya mendorongku untuk menonton film ini ketika akhirnya aku punya kesempatan.

Menceritakan kisah hidup Mason (Ellar Coltrane) sejak umurnya 6 tahun hingga 18 tahun, pada awalnya film ini membuatku bertanya-tanya. Aku menonton dengan serius, mencoba mencermati setiap detail yang disuguhkannya, mencari apa yang sesungguhnya ingin diceritakan oleh film ini. Hingga dialog terakhir, yang baru kusadari setelah credits scene sudah muncul, aku baru memahami pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh film ini.

Boyhood Last Scene


Ya, kutipan script di atas adalah bagian paling akhir dari film ini, dan inilah satu-satunya bagian yang bagiku mampu merangkum seluruh maksud cerita ini. Boyhood bukan hanya bercerita tentang Mason, kakaknya, ibunya, ayahnya, atau kehidupan mereka. Boyhood menceritakan tentang waktu. Ketika aku menonton film ini, aku menyadari perubahan pada diri Mason dari kecil hingga dewasa. Tetapi aku tahu dia tetaplah Mason. Ini memberiku petunjuk bahwa semua orang, sekeras apa pun dia berusaha untuk tetap sama, dia tidak akan bisa menjadi orang yang sama selama bertahun-tahun. Semua yang dia temui, hadapi, dan alami, akan memberikan efek pada hidupnya di kemudian hari.

Bagian lain yang kemudian memberiku sedikit hentakan di dalam hatiku adalah bagian ketika Olivia, Ibu Mason, bertemu dengan tukang ledeng dan mengatakan bahwa si tukang ledeng seharusnya bersekolah karena dia cerdas. Bertahun-tahun kemudian, di sebuah restoran, Olivia bertemu lagi dengan tukang ledeng ini, yang sudah bisa berbicara bahasa Inggris dengan baik dan sudah bersekolah. Tukang ledeng ini mengatakan bahwa perkataan Olivia bertahun-tahun yang lalu sudah berhasil mengubah hidupnya. Kisah seperti ini biasanya hanya kita dengan dari cerita "orang di suatu tempat," tetapi Boyhood menunjukkan bahwa kisah seperti ini bukan tidak mungkin adalah nyata.

Aku bisa bilang bahwa suasana Boyhood yang sangat nyata dan terlalu dekat dengan kenyataan adalah nilai plus-plus dari film ini. Aku tidak bisa hanya mencari pembukaan-konflik-resolusi seperti di kebanyakan film. Boyhood mengajakku untuk menjalani waktu dua belas tahun dalam waktu dua jam, dan menyadari bahwa waktu dua belas tahun itu sangat singkat. Ini mengingatkanku pada tabel umur yang kuisi beberapa waktu lalu. Aku baru ada di baris kesembilan belas dari enam puluh! Betapa waktu terasa cepat dan lambat dalam waktu bersamaan.

Ini semua tidak akan terjadi tanpa kepiawaian para pemain dan kru film dalam pembuatan film ini. Aku bisa bilang akting para pemainnya luar biasa. Aku seolah-olah bisa melihat kehidupan itu secara nyata, bukan hanya dalam film. Ditambah lagi dengan benda-benda dan kejadian-kejadian yang dimunculkan dalam film ini, yang menambah kesan nyata bagi penontonnya. Seperti game Snake di HP berlayar hitam-putih, launching buku Harry Potter, dan sebagainya. Aku merasa berada di dalam film, bahkan walaupun aku tidak menjadi saksi utama semua kejadian itu.

Film ini, menurutku, tidak ditujukan untuk orang-orang yang mencari makna secara eksplisit di dalam sebuah film. Film ini mengajak kita menyelami cerita lebih dalam lagi dan memikirkan pesan-pesan dalam film ini dengan lebih cermat. Ini bukan film romantis yang cheesy dan galau. Ini film tentang kehidupan yang tidak bisa ditonton hanya dengan mata, tetapi juga harus dengan hati.

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Post a comment

Private comment

Cari
Kalender
« 07 | 2018/08 | 09 »
Su M Tu W Th Fr Sa
- - - 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 -
Tentang Diriku

bilabaik
bilabaik


Kita hidup di bumi ini
Hari ini, esok, dan seterusnya
Masa depan sangat panjang; kota impian
Mari coba satu-satu kita wujudkan


[Doraemon OST - Bokutachi Chikyuujin]

Jadikan Teman

Jadilah teman user ini.

Tautan Saya
Buku
Book recommendations, book reviews, quotes, book clubs, book trivia, book lists
Tautkan Ke Saya


RSS
Powered by FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2 Blog