Ayo Memuji!



Seorang ustadzah membagikan video ini suatu hari. Merasa semua orang harus tahu, aku pun membagikannya dengan lebih banyak orang. Aku ingat pertanyaan pertama yang muncul adalah, "Itu cuplikan film apa?" dan aku nggak bisa memberikan jawaban apa-apa karena aku juga nggak tahu. Setelah mengerahkan energi yang cukup lumayan, aku pun akhirnya tahu dari mana cuplikan video itu berasal.

Video ini adalah cuplikan dari film Korea berjudul Happiness for Sale atau Mina's Stationary Shop. Film yang sepertinya fokus utamanya bukan pada So-young, si anak perempuan yang menjadi fokus di dalam video ini, walau dia punya peran cukup penting juga di dalamnya. Kalau cuma lihat cuplikannya, kita mungkin mengira So-young adalah anak yang pemalu dan pendiam hingga tidak memiliki teman. Kita juga mungkin langsung merasa bahwa Tae-gwon, si bocah gendut, adalah teman So-young satu-satunya. Tapi, dilihat dari keseluruhan cerita dalam filmnya, So-young tidak memiliki teman karena dia suka mencuri dan berkelahi. Tae-gwon juga tidak serta-merta menjadi temannya. Yah, kalau penasaran, ada baiknya untuk menonton filmnya secara langsung, karena kita hanya akan membahas cuplikan film ini saja. Haha.

Aku yakin orang yang punya hati sewajarnya merasakan sesuatu ketika menonton video ini. Beberapa komentar yang muncul setelah video ini ditonton tidak lepas dari kata "mengharukan," "menyentuh," atau kata-kata padanan lainnya. Beberapa orang memberikan simpulan dengan kata-kata bijak yang mengacu pada video ini. Hal penting yang dapat kita tangkap adalah adanya seseorang yang sama sekali tidak kita pedulikan, tidak kita anggap, bahkan mungkin kita jauhi, tetapi dia sebenarnya sangat perhatian dan bahkan bisa melihat kebaikan kita dengan kacamata yang sama sekali berbeda dari orang lain. Inspirasi dari video ini dapat bertahan dan berkembang lebih dari seminggu.

Mungkin karena kita seringkali diminta untuk menjadi orang baik dan memperbaiki keburukan, kita menjadi lebih banyak memperhatikan cela dan menganggap kebaikan sebagai sesuatu yang "sudah beres," sehingga kita tidak terlalu menaruh perhatian. Mungkin inilah yang kemudian membuat kita seringkali berprasangka buruk sebelum berprasangka baik, lebih banyak mengkritik daripada menghargai, serta menilai dari persepsi pertama yang muncul di dalam otak kita.

Mungkin kita perlu diam sejenak dan melihat sekeliling. Mungkin kita perlu menarik nafas lebih dalam dan memasukkan lebih banyak oksigen ke dalam otak kita. Mungkin kita perlu lebih banyak berpikir sebelum bertindak. Mungkin kita perlu lebih banyak tersenyum dan menyapa orang lain. Mungkin kita perlu mengesampingkan emosi dan prasangka buruk. Mungkin selama ini, yang terjadi bukan hanya tentang kita, tetapi tentang mereka. Mungkin kesalahannya bukan terletak pada mereka, tetapi pada kita.

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Post a comment

Private comment

Cari
Kalender
« 09 | 2018/10 | 11 »
Su M Tu W Th Fr Sa
- 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 - - -
Tentang Diriku

bilabaik
bilabaik


Kita hidup di bumi ini
Hari ini, esok, dan seterusnya
Masa depan sangat panjang; kota impian
Mari coba satu-satu kita wujudkan


[Doraemon OST - Bokutachi Chikyuujin]

Jadikan Teman

Jadilah teman user ini.

Tautan Saya
Buku
Book recommendations, book reviews, quotes, book clubs, book trivia, book lists
Tautkan Ke Saya


RSS
Powered by FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2 Blog