MC Eddie: Shoutout to Campus Life!



Pertama kali aku benar-benar tertarik dengan lagu rap adalah ketika aku mengenal lagu-lagu Eminem. Semenjak itu aku tahu, lagu rap itu berbeda. Ada musik, ada irama, dan keduanya dilengkapi dengan kata-kata penuh makna. Tidak selalu berima dan tanpa aturan yang memaksa, tetapi semua yang tersampaikan adalah ungkapan perasaan MC-nya. Ya, seringkali kata-kata tidak pantas keluar seolah begitu saja, tetapi banyak MC yang tidak bergantung pada umpatan-umpatan itu untuk menekankan maksud mereka.

Kemudian suatu hari, aku nulis sebuah surat digital tentang "pertemuan" antara duniaku dengan dunia Eminem melalui lagu-lagunya. Aku nulis untuk Eminem, dan walaupun Eminem nggak secara langsung membacanya, melalui surat itulah aku dipertemukan dengan seseorang yang memiliki ketertarikan yang sama.

Orang itu adalah MC Eddie, yang ternyata nyaris benar-benar berada di "kapal yang sama" denganku. Lebih dari aku, dia bukan hanya tertarik dengan rap, tetapi sudah mendedikasikan sebagian hidupnya untuk itu. Dia sudah menulis dan bahkan memproduksi beberapa lagu rap. Lagu yang aku bagikan di tulisan kali ini adalah lagu rap terbarunya yang dia bagikan lewat akun YouTube-nya.

Campus Life

Latar belakang lagu itu jelas nggak ada hubungannya sama aku, tapi aku tetap merasa berdiri di posisi yang sama dengan Eddie dalam lagu itu.

Sebagai seorang pelajar, ada banyak tuntutan yang harus kami laksanakan. Tidak jarang tuntutan-tuntutan itu membuat kami kehilangan waktu untuk bersenang-senang dan menikmati waktu-waktu yang ada untuk bersantai. Terkadang, semua ekspektasi terhadap kami seolah menghadang dan membuntukan jalan untuk mencapai impian-impian kami. Tetapi, dari semua itulah kami belajar, dan dari situlah kami menjadi dewasa.

Kehidupan kami tidak selalu mulus, selalu ada naik dan turun yang menemani kami. Eddie melewati masa sulitnya, dan aku pun juga, walau yang kami sebut "masa sulit" adalah dua hal yang sangat berbeda. Masa sulit kami belum berakhir, tetapi itulah yang kemudian Eddie sampaikan melalui lagu ini. Kehidupan harus dijalani, bagaimana pun keadaannya. Masa sulit bukanlah saat untuk merasa lemah dan bersedih. Masa sulit adalah saatnya berjuang untuk tujuan yang telah kami yakini.

Jalan kita mencapai sesuatu pasti akan berbeda dengan orang lain, karena setiap orang memiliki takdirnya masing-masing. Maka dari itu, tidak ada gunanya mencoba menjadi orang lain. Aku adalah aku dan Eddie adalah Eddie. Kami berbagi kapal yang sama, tetapi badai yang kami hadapi berbeda.

Oke, oke, aku di sini nggak mau ceramah seolah-olah aku yang paling bener. Jujur saja, ketika aku denger lagu itu untuk pertama kali, aku langsung merasa tertampar. Eddie menyuarakan isi hatinya, tapi di sisi lain dia juga memberiku inspirasi dan nasehat. Aku jadi inget dengan salah satu "nasehat" personalnya untuk aku: "Tetaplah bahagia apa pun yang terjadi."

Sederhana, memang sederhana.

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Post a comment

Private comment

Cari
Kalender
« 09 | 2018/10 | 11 »
Su M Tu W Th Fr Sa
- 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 - - -
Tentang Diriku

bilabaik
bilabaik


Kita hidup di bumi ini
Hari ini, esok, dan seterusnya
Masa depan sangat panjang; kota impian
Mari coba satu-satu kita wujudkan


[Doraemon OST - Bokutachi Chikyuujin]

Jadikan Teman

Jadilah teman user ini.

Tautan Saya
Buku
Book recommendations, book reviews, quotes, book clubs, book trivia, book lists
Tautkan Ke Saya


RSS
Powered by FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2 Blog