Jawaban-jawaban yang justru bikin tambah penasaran!

The_Fever_Code_Cover2.jpgTitle: The Fever Code (The Maze Runner #0.6)
Category: Book
Genre: Fiction, Sci-fi
Author: James Dashner
Rating: ★★★★★

Kayaknya sudah lama sekali sejak aku baca serial The Maze Runner, beberapa saat sebelum filmnya keluar. Oke, itu nggak lama-lama amat, tapi setelah filmnya keluar dan sedikit mengubah (kalau nggak mau dibilang merusak) plot ceritanya, aku sudah hampir lupa gimana jalan ceritanya secara detail. Aku cuma inget kalau waktu itu di wisma, aku cerita tentang The Maze Runner sesorean sampai dimarahin Ustadzah. Entahlah orang yang aku ajak cerita inget apa nggak. Haha.

Secara umum, buku ini menceritakan tentang saat setelah The Kill Order dan sebelum The Maze Runner. Thomas (bukan nama sebenarnya!) kecil sudah menjadi bagian dari penelitian WICKED sejak kecil, sejak sebelum Maze dibangun, dan tumbuh di situ. Dia bertemu dengan Teresa (bukan nama sebenarnya juga!) dan yang lainnya, kemudian mulai menemukan hal-hal ganjil yang akhirnya mendorong dia untuk melakukan sesuatu yang benar-benar berani pada akhirnya. Hal yang bagus dari penelitian ini adalah bagaimana anak-anak yang menjadi subjek (oke, aku masih nggak suka dengan sebutan itu, ugh) senantiasa dijaga, dari mulai sandang-pangan-papan sampai pendidikannya. Mereka semua selalu mengikuti berbagai macam kelas. Ya, walaupun mereka dipisahkan dari orangtua mereka, pendidikan mereka nggak pernah diabaikan. Ah, mendadak aku jadi inget tinggal di asrama... Untungnya virus Flare itu belum nggak ada beneran, ya. Haha.

Well, bicara soal apa yang aku suka dari buku ini, aku akan bilang semuanya. Pertama-tama, aku suka gaya tulisan James Dashner. Gaya ini masih jadi favoritku. Aku nggak bosen selama baca buku ini dari awal sampai akhir, dan bab-bab yang pendek bener-bener membantu meningkatkan suspense ceritanya. Entah kenapa, aku merasa gaya tulisannya klop banget sama aku, seolah-olah ketika ada sesuatu yang muncul di kepalaku, James Dashner bisa denger dan langsung menjawabnya di kalimat atau paragraf berikutnya. Haha. Aku berasa lagi diceritain gitu. Kemudian, aku suka bagaimana ceritanya disusun untuk mempertemukan semua karakter favorit pembaca (well, one way or another, lah). Thomas ketemu Teresa, kemudian Newt, Minho, dan Alby, kemudian Chuck dan Gally, kemudian diperkenalkan dengan Aris dan Rachel, dan bahkan Ben. Walaupun ada yang bilang beberapa bagian tampak membosankan dan dipaksakan, tapi menurutku itu memang cara James Dashner untuk merangkai ceritanya. Aku sama sekali nggak merasa menemukan adanya bagian kurang penting di dalam buku ini. Oh, iya. plot twist di akhirnya benar-benar sebuah kejutan. Bagi yang belum pernah baca buku lain di serial ini, aku sarankan jangan baca buku ini duluan, karena kesenangan di buku lainnya bisa-bisa berkurang. Buku ini memang berfungsi sebagai pemberi jawaban atas pertanyaan yang muncul di buku-buku utamanya.

Memang ada beberapa hal yang masih menimbulkan pertanyaan di dalam buku ini, kayak misalnya alasan kenapa WICKED harus memasukkan anak-anak yang jadi subjek ke dalam Maze, bagaimana itu bisa membantu mereka menemukan cure, dan cure macam apa yang sebenarnya dicari oleh WICKED. Kenapa pula harus ada kekerasan dan berbagai pantangan dan larangan selama anak-anak itu tinggal di gedung WICKED? Gimana kalau ada yang bukan anak tunggal dan semuanya laki-laki atau semuanya perempuan, dan semuanya immune?

Hal lain yang juga sedikit disayangkan adalah cerita yang tetap berfokus pada Thomas (spoiler alert: prolognya benar-benar PHP!) dan bukan anak-anak lainnya, ketika kita sebagai pembaca juga sebenernya penasaran banget gimana cerita dari sudut pandang mereka. Tapi, dengan begini mungkin kita sebagai pembaca juga dikasih kesempatan untuk merangkai cerita kita sendiri, kayak misalnya gimana Minho diambil dari orangtuanya. Apakah dia American Korean atau memang anak asli Korea? Apakah dia punya noona atau hyung? Sepertinya James Dashner tahu kalau fandom The Maze Runner suka bikin cerita-cerita aneh versi masing-masing, jadi beliau nggak mau mengekang fantasi dan imajinasi kita. Haha.

Terlepas dari pertanyaan-pertanyaan nggak terjawab dan PHP di prolog ceritanya, buku ini tetep punya banyak kejutan yang akan bikin kita jadi pengen baca lagi seluruh bukunya dari awal. Apalagi setelah The Kill Order yang sedikit mengecewakan, buku ini benar-benar jadi cure untuk kerinduan kita pada Thomas and his friends, dan sedikit melihat kehidupan mereka waktu masih kecil!

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Post a comment

Private comment

Cari
Kalender
« 09 | 2018/10 | 11 »
Su M Tu W Th Fr Sa
- 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 - - -
Tentang Diriku

bilabaik
bilabaik


Kita hidup di bumi ini
Hari ini, esok, dan seterusnya
Masa depan sangat panjang; kota impian
Mari coba satu-satu kita wujudkan


[Doraemon OST - Bokutachi Chikyuujin]

Jadikan Teman

Jadilah teman user ini.

Tautan Saya
Buku
Book recommendations, book reviews, quotes, book clubs, book trivia, book lists
Tautkan Ke Saya


RSS
Powered by FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2 Blog