"I'm flesh and blood, accept me please."



Aku merasa harus membagikan video ini, walaupun ini memang bukan video baru. Sepertinya waktu itu aku lagi nonton Sparsh Shah, rapper kecil keturunan India yang bisa banget nyanyiin lagunya Eminem. Karena setelannya autoplay, setelah video Sparsh Shah selesai, video ini ternyata main berikutnya. Dari situlah aku mengenal dua anak ini.

Semenjak itu, sudah berkali-kali aku mendengarkan lagu ini. Apalagi kalau sambil nonton videonya, pasti ada saatnya aku terharu, entah di bagian mana. Walaupun aku tadinya belum tahu lagu aslinya, musiknya sudah langsung "bilang" kalau lagu ini pasti akan membawa semangat, ditambah dengan suaranya Charlie (Melody) yang langsung bikin merinding sejak pertama kali dia nyanyi (bahkan walaupun dia baru bilang, "Uh-woo..."). Bener kata Amanda Holden, suaranya memang bagus banget, jadi nggak heran kalau penontonnya langsung pada tepuk tangan dan teriak-teriak. Apalagi waktu dia udah nyanyi bagian hook-nya, seolah-olah ada getaran yang menarik kita sampai bikin kita ikut nyanyi.

Selain musik yang upbeat dan hook yang memorable, lirik rap-nya juga sangat sarat makna. Tepuk tangan yang banyak untuk Leo (Bars), yang bisa-bisanya bikin lirik yang ngena banget kayak gitu. Dia masih 14 tahun waktu nyanyi itu, tapi sungguh, rap-nya sangat pas dan, ya, seperti katanya Simon Cowell, aku juga ngedengerin seluruh liriknya secara seksama. Seluruh kata-katanya penuh dengan emosi, dan inilah yang selalu jadi ciri khas rap: pesan yang mendalam, personal, dan "real" dari rapper-nya. Salah satu bagian yang langsung ngena banget adalah yang ini: "Yo mister Bully, help me please / I'm flesh and blood, accept me please." Sepertinya aku bahkan nggak perlu ngejelasin lebih lanjut kenapa bagian ini ngena banget.

Lagu ini pun juga menyalurkan kekuatan luar biasa untuk orang lain, terutama yang jadi korban bullying. Sekali waktu aku baca-baca komentar yang ada di YouTube, dan nggak sedikit dari mereka yang menjadikan lagu ini sebagai jam yang sering mereka dengarkan sebagai penyemangat. Banyak juga yang kemudian berbagi kisah bullying-nya, sampai kolom komentarnya mendadak seolah jadi online support group. That's really nice. Kita memang harus saling merangkul satu sama lain, dan di era informasi online seperti sekarang, kita semakin tahu bahwa kita nggak sendirian, bahwa di luar sana ada yang merasakan hal yang sama, dan dengan saling mendukung dan saling menyemangati, kita pasti bisa menaklukkan semuanya.

Dua anak ini memang udah nggak kecil lagi, dan mungkin lagu mereka udah nggak melulu tentang bullying, tapi melihat mereka yang sekarang bisa menjalani hidup dengan bahagia dan membanggakan orangtua mereka, bukannya kita jadi ikut merasa hopeful?

Additional links:

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Post a comment

Private comment

Cari
Kalender
« 09 | 2017/10 | 11 »
Su M Tu W Th Fr Sa
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 - - - -
Tentang Diriku

bilabaik
bilabaik


Kita hidup di bumi ini
Hari ini, esok, dan seterusnya
Masa depan sangat panjang; kota impian
Mari coba satu-satu kita wujudkan


[Doraemon OST - Bokutachi Chikyuujin]

Jadikan Teman

Jadilah teman user ini.

Tautan Saya
Buku
Book recommendations, book reviews, quotes, book clubs, book trivia, book lists
Tautkan Ke Saya


RSS
Powered by FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2 Blog