Curhat dengan penulis besar

Beberapa hari yang lalu, aku selesai membaca seluruh buku di serial Tunnels. Tahu serial itu? Yang dulu digembar-gemborkan sebagai serial yang nggak kalah keren dari Harry Potter karena "ditemukan" oleh Barry Cunningham? Aku mencoba membaca semua buku di serial ini sejak beberapa minggu yang lalu, dan baru pekan lalu aku selesai baca buku terakhirnya, Terminal.

Di sini aku nggak akan cerita banyak tentang setiap buku di serial ini, sih. Semuanya sudah aku sampaikan di review yang aku tulis di Goodreads (link untuk review setiap buku ada di bagian bawah tulisan ini ). Aku akan lebih banyak cerita tentang pengalamanku menjalin komunikasi dengan Roderick Gordon, penulisnya. Ini adalah pengalaman yang sangat baru buatku karena biasanya aku cuma bisa ngomongin sebuah buku tanpa benar-benar bicara langsung dengan penulisnya.

[wallcoo_com]_collage_life_HG190_350A

Semuanya dimulai dari Terminal. Setelah membaca semua buku sebelumnya, entah kenapa ada banyak hal yang mengganggu pikiranku. Mengganggu di sini artinya fifty-fifty antara positif sama negatif, ya. Ada hal yang mengganggu secara positif, seperti imajinasi keren dan mimpi-mimpi aneh yang selalu muncul nyaris setiap hari, yang semuanya menimbulkan berbagai ide yang luar biasa dan kadang terlalu fantastis dan nyaris impossible. Yang mengganggu secara negatif adalah aspek-aspek dari serial ini yang sebenernya bisa bikin bahagia, tapi entah kenapa penulisnya seolah menghancurkan ekspektasi pembacanya.

Hari Jumat kemarin, aku akhirnya selesai membaca Terminal. Tanpa diduga, walau sudah sampai di halaman terakhir, aku tetap ngerasa nggak tenang. Aku gagal tidur siang berkali-kali karena kepikiran hal-hal yang mengganggu ini. Karena sudah nggak tahan, dengan setengah nggak sengaja, aku pun mengirimkan pesan yang banyak dan panjang ke Roderick Gordon melalui akun Instagram-ku. Belum selesai sampai di situ, karena nggak yakin beliau akan langsung baca, aku pun juga mention beliau di Twitter, bilang kalau buku beliau bikin aku nggak bisa tidur.

Jujur saja, aku nggak benar-benar berharap beliau akan membaca pesanku. Aku nggak benar-benar menunggu balasan dari beliau. Siapa yang tahu apa kesibukan beliau, kan? Siapa yang tahu apakah beliau akan mempedulikan pesan dari pembaca jelata yang berasal dari ujung dunia seperti aku? Waktu itu aku pikir, seenggaknya pesan-pesan itu sudah mengurangi perasaan nggak tenang yang sudah meliputiku selama berpekan-pekan.

Tanpa diduga, aku dapat kejutan di keesokan harinya. Waktu bangun pagi, aku dapet notifikasi dari Instagram: Roderick Gordon sent you a message. Wow.

Semuanya berlangsung cuma sekitar tiga hari: Sabtu, Ahad, dan Senin. Beliau membalas pesan-pesan pertamaku, kemudian aku menambahkan berbagai hal yang masih menggelayuti pikiranku. Aku menuangkan semua hal yang aku pikirkan tentang serial yang beliau tulis. Jujur saja, ini pertama kalinya aku merasa seenggak tenang ini setelah selesai baca sebuah serial buku. Setiap buku di serial ini selalu berakhir dengan cliffhanger, dan ketika aku pikir semua cliffhanger akan ditutup di buku terakhir, ternyata aku tetap dihadapkan pada cliffhanger yang lain, yang sama sekali nggak kelihatan selesai. Itulah kenapa kemudian aku mencurahkan semuanya pada Mr. Gordon, yang ternyata dengan baik hati bersedia menanggapi celotehanku.

Kejutan dari beliau belum selesai sampai di situ. Hari Senin kemarin, aku dapat email notifikasi dari Twitter: Roderick Gordon is now following you on Twitter. Wow.

RG followed me


Ternyata, bukan cuma menanggapi pesan-pesanku, beliau bahkan membaca review yang aku tulis di Goodreads. Aku perlu mengakui kalau review yang aku tulis di Goodreads itu nggak bisa dibilang kritis atau mendalam atau meluas, karena semuanya tetap berpusat pada apa yang aku pikirkan, rasakan, dan alami selama membaca sebuah buku. Jadi, mengetahui adanya seseorang yang mengapresiasi review-ku adalah sebuah kehormatan dan achievement yang besar.

Mungkin kalau ada yang memperhatikan, selama rentang waktu itu, hampir segala hal yang aku tulis berhubungan dengan Tunnels atau Roderick Gordon. Aku bener-bener nggak bisa menahan diri dari membagikan kebahagiaan ini dengan semua orang di dunia. Ini adalah sebuah motivasi bagiku untuk terus membaca dan melihat dunia dengan kaca mata yang jernih.

Aku sudah sering mengatakan ini, terutama akhir-akhir ini, tapi biarlah aku bilang lagi: Terima kasih untuk petualangan yang luar biasa, Mr. Roderick Gordon.

---

Baca review-ku tentang serial ini di Goodreads!
Tunnels Deeper Freefall Closer Spiral Terminal

Topic : Same Planet, Different World
Genre : Diary

Post a comment

Private comment

Cari
Kalender
« 07 | 2017/08 | 09 »
Su M Tu W Th Fr Sa
- - 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 - -
Tentang Diriku

bilabaik
bilabaik


Kita hidup di bumi ini
Hari ini, esok, dan seterusnya
Masa depan sangat panjang; kota impian
Mari coba satu-satu kita wujudkan


[Doraemon OST - Bokutachi Chikyuujin]

Jadikan Teman

Jadilah teman user ini.

Tautan Saya
Buku
Book recommendations, book reviews, quotes, book clubs, book trivia, book lists
Tautkan Ke Saya


RSS
Powered by FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2 Blog